BARISAN INDONESIA*
*UNTUK HAK SIPIL DAN POLITIK*
*ASIA TENGGARA*
*Sekretariat: INSTITUT STUDI ARUS INFORMASI*
*Jalan Utankayu 49, Jakarta Timur 13120*
*Telepon: +62-21-85911830, Fax: +62-21-8567811*
*Email: office@isai.or.id *
*Yang terhormat*
*Bapak Dato’ Seri Syed Hamid*
*bin Syed Jaafar Al**bar*
*Menteri Dalam Negei*
*Blok D2, Parcel D.*
*Pusat Pertadbiran*
*Kerajaan Persekutuan*
*62546 Putrajaya*
*PERNYATAAN:*
*”STOP PENGGUNAAN ISA UNTUK/ :/*
*(1) PENINDASAN PERS (2) PENEKANAN POLITISI PRO-DEMOKRASI DAN (3) TINDAKAN KEKERASAN TERHADAP PARA AKTIFIS SOSIAL DAN HAM MALAYSIA”*
Kami /Barisan Indonesia Untuk Hak Sipil dan Politik Asia Tenggara/ mengutuk dan memprotes keras Pemerintah Malaysia atas penangkapam dan penahanan jurnalis serta politisi yang dilakukan pada 12 September 2008 terhadap:
1. Raja Petra Kamaruddin, editor portal /Malaysia Today/ (www.m2day.org
2. Tan Hoon Cheng, jurnalis /Sin Chew Jit Poh/
3. Teresa Kok, anggota parlemen
Kami prihatin bahwa Pemerintah Malaysia masih menggunakan undang-undang yang represif yakni /Internal Security Act /(ISA – UU Keamanan Dalam Negeri) untuk membungkam pers, menekan politisi pro-demokrasi dan para aktifis sosial dan HAM di Malaysia.
Penggunaan ISA untuk menindas pers mencerminkan sebuah pemerintahan yang tidak menghormati asas-asas kebebasan pers yang dijamin dan dilindungi oleh demokrasi.
Kami juga memprotes tindakan kekerasan berdasarkan ISA terhadap para aktifis pembela buruh migrant di Malaysia, terhadap para buruh migran secara langsung, terhadap komunitas pengungsi etnis minoritas dari negara lain seperti Rohingnya (Muslim Burma), kekerasan-kekerasan terhadap para pengungsi Aceh dan kelompok-kelompok minoritas lainnya di Malaysia.
ISA adalah peninggalan pemerintahan kolonial Inggris untuk menekan dan memberangus aktifis kemerdekaan Malaya yang menginginkan kemerdekaan negerinya.
Kami mendesak Pemerintah Malaysia sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, untuk tidak menindas hak-hak sipil dan politik (termasuk di dalamnya hak atas kebebasan informasi, kebebasan pers, dan kebebasan berpendapat) baik terhadap warganegara Malaysia sendiri maupun terhadap warga pendatang.
Maka kami dari /Barisan Indonesia Untuk Hak Sipil dan Politik Asia Tenggara/:
1. Mengutuk penggunaan /Internal Security Act/ (ISA) untuk menekan kebebasan pers dan serta kebebasan sipil dan politik;
2. Membebaskan jurnalis dan politisi tersebut di atas yang masih ditahan.
3. Membebaskan para aktifis pro-demokrasi, aktifis HAM, aktifis sosial yang kini masih ditahan berdasarkan ISA.
Jakarta, 20 September 2008.
Atas nama para Pemrotes:
ttd.
Irawan Saptono
Direktur ISAI
Pemrotes antara lain:
Abdul Manan, Sekretaris Jenderal AJI
Adnan Buyung Nasution, Pengacara dan aktifis HAM
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia
Anick HT, Direktur International Conference for Religion and Peace
Anis Hidayah, Direktur MigrantCare
Aris Santoso, Koordinator Training ISAI
Asfinawati, Direktur LBH Jakarta
Ayu Utami, Novelis dan Anggota Dewan Kesenian Jakarta
Budi Satria Dewantoro, Aktifis HAM PBHI
Cynthia Monica, Visi Anak Bangsa
Dono Prasetyo, Direktur Internal ISAI
Edriana Noerdin, Women Resource Institute
Eko Maryadi, Koordinator Aji Indonesia
Esky Suyatno, Jurnalis Freelance
Goenawan Mohamad, Jurnalis senior
Hegel Terome, Manajer Program Kalyanamitra
Herdardi, Direktur Setara Institute
Heru Hendratmoko, Ketua AJI
Institut Studi Arus Informasi
Irawan Saptono, Direktur ISAI
Isnur, Pengacara Publik LBH Jakarta
Johnson Panjaitan, Pengacara dan aktifis HAM
KONTRAS
LBH Jakarta
Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukun Asosiasi Advokat Indonesia
Leo Batubara, Anggota Dewan Pers
M. Faisol, Koordinator Advokasi ISAI
MigrantCare
Mohammad Abduh Aziz, Sineas
Mulyana W. Kusumah, Dosen kriminologi dan aktifis HAM
Myra Diarsi, Aktifis Hak Perempuan, WRI
Nur Harsono, Aktifis
Nong Darol Mahmada, Freedom Institute dan Jaringan Islam Liberal
Patra M. Zen, S.H., Ketua Dewan Pengurus YLBHI
Rena Herdiani, Direktur Eksekutif Kalyanamitra
Saiful Anas, Aktifis MigrantCare
Santoso, Jurnalis Radio
Setara Institute
Sijo Sudarsono, Koordinator Penerbitan ISAI
Sita Aripurnami, Women Resource Institute
Southeast Asia Press Alliance
Surryadi Rajab, Sekjen PBHI
Syamsuddin Rajab, Ketua Badan Pengurus PBHI
T. Mulya Lubis, Pengacara dan aktifis HAM
Tedjabayu, Deputi Direktur ISAI
Tri Maryani Parlan, ISAI
Usman Hamid, Koordinator KONTRAS
Wahyu Susilo, INFID
Wiratmo Probo, Direktur Program ISAI
Yayasan LBH Indonesia






0 Response to “BARISAN INDONESIA* *UNTUK HAK SIPIL DAN POLITIK* *ASIA TENGGARA”